Cak Kartolo hadir di Jakarta. Tepatnya di gelaran “Musikal Ludrukan Bersama Cak Kartolo Dkk di Taman Ismail Marzuki”, dengan judul “Kartolo Mbalelo”. Acara ini benar-benar mengobati kekangenan para dulur-dulur Jawa Timur terhadap ludruk. Cak Kartolo yang dulu sering saya tonton setiap Rabu malam di JTV ini membuat perut saya kaku karena tertawa sepanjang pertunjukan. Banyolan-banyolan khas “Suroboyoan” antara Cak Kartolo, Cak Sapari dan Ning Tini ini terasa begitu cair dan spontan. Sudah lama saya tidak tertawa lepas seperti ini.
Tidak hanya sekedar tertawa, pagelaran yang digalang oleh Sujiwo Tedjo, Butet Kertaradjasa dan Djaduk Ferianto ini juga sarat akan kritik-kritik sosial. Mulai dari masalah korupsi, TKI, pemilu sampai hebohnya Justin Bieber. Selain menampilkan Cak Kartolo sebagai tokoh utama, gelaran ini juga menghadirkan banyak tokoh-tokoh terkenal. Mulai dari Inul Daratista, Nur Buat, Rohana, Cak Lontong yang alumni elektro ITS itu, Ludruk ITB, bahkan sampai seorang Mahfud MD yang jadi ketua MK.
Eits, bukan cuma itu. Yang paling spesial adalah sebelum menonton acara ini, pengunjung juga dapat menikmati beragam makanan khas Jawa Timur yang di sajikan dalam Pasar Kuliner di Plaza Teater Jakarta. Dari Rujak Cingur, Sate Klopo, Lontong Kikil, Tahu Campur, Pecel, Soto, Mangut Iwak Pe, jajanan pasar, pokoknya mantap jaya semua. Bahkan saya sampai “mbadok” 4 menu sekaligus hahaha… Pantas saja kalau sakit perut. Budhal keluwen, mlebu acara kewaregen, mulih kemethekelen…:D
Pokoknya malam ini membuat saya “feels like home” alias “rasane koyok nang omah dewe”…